skip to main content

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KETABAHAN PADA PENDERITA MYASTHENIA GRAVIS

1Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Indonesia

2Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika zat antibodi yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh justru bekerja melawan jaringan yang ada di tubuhnya sendiri. Penyakit myasthenia gravis sebagian besar diderita oleh perempuan. Gejala yang muncul pada penderita Myasthenia gravis adalah kelopak mata menurun secara abnormal (ptosis), penglihatan ganda (diplopia), dan mudah kelelahan. Penderita myasthenia gravis rentan mengalami stres akibat dari penyakitnya yang berakibat pada terganggunya peran dan tanggung jawab penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis. Populasi penelitian ini adalah 107 penderita myasthenia gravis yang menjadi anggota Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 34 orang (11 laki-laki; 23 perempuan) yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Regulasi Emosi (21 aitem; α = 0,92) dan Skala Ketabahan (40 aitem; α = 0,95). Hasil analisis product moment adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis (rxy = 0,810; p< .001). Semakin baik regulasi emosi yang dimiliki, maka penderita myasthenia gravis akan semakin tabah. 

Fulltext View|Download
Keywords: regulasi emosi, ketabahan, myasthenia gravis.

Article Metrics:

  1. Arpandy, G. A., & Halim, M. S. (2013). Gambaran aspek kognitif dan kepribadian pasien Myasthenia Gravis (Studi dilakukan di Jabodetabek dan Jawa Timur). Jurnal Psikogenesis, 2(1), 49-60
  2. Burgess, L. M. (2006). Emotion regulation and behavioral, emotional, and cardiocascular responses to interpersonal stress. Disertasi. Ann Arbor, MI : UMI
  3. Dawenan, R. C., Akbar, S. N., & Yuniarrahmah, E. (2016). Hubungan antara regulasi emosi dengan hardiness pada atlet mahasiswa di banjarbaru. Jurnal Ecopsy, 1(4)
  4. DiMatteo, M. R., & Martin, L. R. (2002). Health psychology. Boston, MA: Allyn and Bacon
  5. Florian, V., Mikulincer, M., & Taubman, O. (1995). Does hardiness contribute to mental health during a stressful real-life situation? the roles of a appraisal and coping. Journal of Personality and Social Psychology, 68(4), 687
  6. Gross, J. J. & Thompson, R. A. (2007). Emotion regulation: Conceptual foundation, Handbook of emotion regulation. New York, NY: Guilford Press
  7. Gross, J. J., Richards, J. M., & John, O. P. (2006). Emotion regulation in everyday life. In D. K. Snyder, J. A. Simpson & N. J. Hughes (Eds.), Emotion regulation in couples and families: Pathways to dysfunction and health. Washington, D.C.: American Psychological Association
  8. Hall, C. S., & Lindzey, G. (2004). Teori-teori psikodinamik (klinis). Yogyakarta: Kanisius
  9. Kaminski, H. J. (2003). Myasthenia gravis and related disorders. New Jersey: Humana Press Inc
  10. Kohler, W. (2007). Psychosocial aspect in patients with Myasthenia gravis. Journal of neurology.254(2), II90-II92
  11. Kreitner, R., & Kinicki, A. (2005). Perilaku organisasi, buku 2, edisi 5. Jakarta: Salemba Empat
  12. Kulaksizoglu, I. B. (2007). Mood and anxiety disorders in patients with Myasthenia gravis. CNS Drugs: 2(1), 473-481
  13. Lestari, S. P. (2013). Hubungan antara kepribadian tahan banting dengan penerimaan diri pada difabel akibat gempa yogyakarta. Empathy Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1)
  14. Putri, T. A. R. K., Kariasa, I, M., & Dahlia, D. (2016). Gambaran karakteristik pasien myasthenia gravis di pulau jawa. Jurnal Kesehatan Bakti Husada. 3(1), 5-5
  15. Schultz, D., & Schultz, S. E. (2010). Psychology & work today. Tenth edition. Upper Saddle River: Prentice Hall
  16. Stolz, P. (2007). Mengubah hambatan menjadi peluang. Jakarta: Grasindo
  17. Wong, C. F. (2005). Regulation of negative emotions in response to an acute stressor among breast cancer survivors. Disertasi. Ann Arbor, MI: UMI

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.