1Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Indonesia
2Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI21696, author = {Nurmasari Ningtyas and Annastasia Ediati}, title = {HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KETABAHAN PADA PENDERITA MYASTHENIA GRAVIS}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {7}, number = {2}, year = {2020}, keywords = {regulasi emosi, ketabahan, myasthenia gravis.}, abstract = { Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika zat antibodi yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh justru bekerja melawan jaringan yang ada di tubuhnya sendiri. Penyakit myasthenia gravis sebagian besar diderita oleh perempuan. Gejala yang muncul pada penderita Myasthenia gravis adalah kelopak mata menurun secara abnormal ( ptosis ), penglihatan ganda ( diplopia ), dan mudah kelelahan. Penderita myasthenia gravis rentan mengalami stres akibat dari penyakitnya yang berakibat pada terganggunya peran dan tanggung jawab penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis . Populasi penelitian ini adalah 107 penderita myasthenia gravis yang menjadi anggota Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 34 orang (11 laki-laki; 23 perempuan) yang diperoleh dengan teknik convenience sampling . Alat ukur yang digunakan adalah Skala Regulasi Emosi (21 aitem; α = 0,92) dan Skala Ketabahan (40 aitem; α = 0,95). Hasil analisis product moment adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis ( r xy = 0,810; p < .001). Semakin baik regulasi emosi yang dimiliki, maka penderita myasthenia gravis akan semakin tabah. }, issn = {2829-1859}, pages = {666--671} doi = {10.14710/empati.2018.21696}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21696} }
Refworks Citation Data :
Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika zat antibodi yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh justru bekerja melawan jaringan yang ada di tubuhnya sendiri. Penyakit myasthenia gravis sebagian besar diderita oleh perempuan. Gejala yang muncul pada penderita Myasthenia gravis adalah kelopak mata menurun secara abnormal (ptosis), penglihatan ganda (diplopia), dan mudah kelelahan. Penderita myasthenia gravis rentan mengalami stres akibat dari penyakitnya yang berakibat pada terganggunya peran dan tanggung jawab penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis. Populasi penelitian ini adalah 107 penderita myasthenia gravis yang menjadi anggota Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 34 orang (11 laki-laki; 23 perempuan) yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Regulasi Emosi (21 aitem; α = 0,92) dan Skala Ketabahan (40 aitem; α = 0,95). Hasil analisis product moment adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis (rxy = 0,810; p< .001). Semakin baik regulasi emosi yang dimiliki, maka penderita myasthenia gravis akan semakin tabah.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University