skip to main content

HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN INTENSI AGRESI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YAYASAN KEJURUAN TEKNOLOGI BARU (SMK YKTB) 2 KOTA BOGOR

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan antara konformitas teman sebaya dengan intensi agresi pada siswa SMK YKTB 2 Bogor. Intensi agresi adalah niat individu untuk berperilaku secara fisik maupun verbal yang bertujuan untuk menyakiti individu lain dalam kesempatan dan waktu tertentu. Konformitas teman sebaya adalah individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial yang ada agar dapat disukai, diterima, dan dianggap benar oleh kelompok atau teman dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang hampir sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK YKTB 2 Bogor. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 150 siswa yang ditentukan menggunakan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala intensi agresi (29 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,902) dan skala konformitas teman sebaya sebanyak (21 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,861). Skala ini menggunakan model skala Likert dan analisis statisk menggunakan teknik analisis regresi (anareg) dibantu dengan komputasi SPSS versi 21.0. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara konformitas teman sebaya dengan intensi agresi (𝑟𝑥𝑦= 0,445; p=0,000). Semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi intensi agresi pada siswa. Sebaliknya, semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah intensi agresi pada siswa.

 

Fulltext View|Download
Keywords: intensi, agresi, konformitas, teman sebaya, remaja

Article Metrics:

  1. Ajzen, I. (2005). Attitides, personality, and behavior (2nd ed.). New York: Open University Press
  2. Amato, F. J. (2012). The relationship of violence to gender role conflict and conformity to masculine norms in a forensic sample. The Journal of Men's Studies, 20, 187-208. doi: 10.3149/jms.2003.187
  3. Azwar, S. (2013). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  4. Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial (10 ed., Vol. 2). Jakarta: Erlangga
  5. Berkowitz, L. (2003). Emotional behavior: Mengenal perilaku dan tindakan kekerasan di lingkungan sekitar kita & cara penanggulangannya. Jakarta: Penerbit PPM
  6. Faska. (2018, Januari 3). Tawuran, ini pelajar bogor pertama yang tewas tahun 2018. Retrieved Januari 31, 2018, from http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2018/01/03/tawuran-ini-pelajar-bogor-pertama-yang-tewas-tahun-2018/
  7. Hidayati, N. W. (2016). Hubungan harga diri dan konformitas teman sebaya dengan kenakalan remaja. Jurnal Peneliltian Pendidikan Indonesia, I(2), 36
  8. Permana, M. S. (2015, April 7). Metro: Kriminal. Retrieved from Tempo.co: https://m.tempo.co
  9. Santrock, J. W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga
  10. Santrock, J. W. (2007). Remaja. Jakarta: Erlangga
  11. Santrock, J. W. (2012). Life-span development. Jakarta: Erlangga
  12. Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.