skip to main content

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Pelayanan kualitas rumah sakit salah satunya dipengaruhi oleh para perawat yang bekerja didalamnya. Seorang perawat memberikan pelayanan yang maksimal apabila memiliki kepuasan kerja yang baik. Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang hasil kerja seseorang yang dapat diterima melalui evaluasi kerjanya. Harga diri merupakan evaluasi yang dilakukan oleh individu kepada dirinya sendiri. Perawat yang cenderung memiliki harga diri yang tinggi akan mudah beradaptasi dengan lingkungan serta pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kepuasan kerja pada perawat rumah sakit jiwa. Populasi penelitian ini adalah perawat rawat inap RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 perawat dengan sampel penelitian 75 perawat yang dipilih menggunakan teknik cluster random samping. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu Skala Kepuasan Kerja (22 aitem valid, α = 0,993) dan skala harga diri (23 aitem valid, α = 0,986). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = 0,387 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terbukti, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel harga diri dengan kepuasan kerja. Semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi kepuasan kerja. Sumbangan efektif yang diberikan pada penelitian ini sebesar 14,9 % dan 85,1 % dipengaruhi oleh faktor lain.

 

 

Fulltext View|Download
Keywords: kepuasan kerja, harga diri, perawat

Article Metrics:

  1. Azwar, S. (2013). Metode Penelitian. Yogjakarta : Pustaka Pelajar
  2. Daryanto, Dedi. (2008). Hubungan karakteristik individu dan sistem penghargaan dengan kinerja perawat berdasarkan persepsi perawat pelaksana di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta. Jurnal Prospek, 1(1), 72
  3. Edy. (2008). Pengaruh budaya organisasional dan lingkungan kerja terhadap kinerja perawat rumah sakit mata Dr. Yap dengan motivasi dan kepuasan kerja sebagai variabel pemediasi. Jurnal ekonomi dan bisnis 2 (3), 159-174
  4. Faiqoh, Elok & Falasifatul Falah. (2008). Hubungan antara sikap terhadap pasien penyakit jiwa dengan perilaku agresif perawat pasien penyakit jiwa. Jurnal Psikologi. Diunduh melalui Scholar.Google.com
  5. Guindon, M. H. (2010). Self-esteem across the lifespan: Issues and interventions. Madison Avenue, NY: Taylor & Francis Group
  6. Labiib, A. (2013). Analisis hubungan dukungan sosial dari rekan kerja dan atasan dengan tingkat burnout pada perawat rumah sakit jiwa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3 (2). Diunduh melalui Scholar.Google.com
  7. Munandar, A. S. (2008). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta : Universitas Indonesia
  8. Reynolds, C. R. & Fletcher-Janzen, E. (2007). Encyclopedia of special education. Hoboken, NJ : John Wiley & Sons Inc
  9. Robbins, S. P & Timothy A. J. (2012). Perilaku organisasi. Jakarta : Salemba Empat
  10. Widiyarti, Yayuk. (2017, 14 Februari). Kerja bersama menyehatkan bangsa. Diunduh dari 2017 dari https://www.tempo.co/read/news/2017/08/13/140899560/kerja-bersama-menyehatkan-bangsa

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.