skip to main content

“KETIKA BERJAUHAN ADALAH SEBUAH PILIHAN” Studi Fenomenologi Pengalaman Istri Pelaut yang Menjalani Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage)

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 28 Mar 2018; Published: 26 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Pernikahan jarak jauh merupakan kondisi ketika pasangan yang telah menikah memiliki kesepakatan untuk hidup terpisah karena alasan tertentu, seperti karena pekerjaan atau pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami pengalaman istri pelaut dalam menjalani pernikahan jarak jauh (long distance marriage). Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan metode analisisi interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian dilakukan dengan metode pengambilan data wawancara mendalam. Partisipan penelitian berjumlah empat orang yang dipilih menggunakan metode purposive. Hasil penelitian ditemukan bahwa awal menjalani pernikahan jarak jauh memunculkan perasaan sedih dan kesepian pada subjek, namun lamanya menjalani hubungan jarak jauh membuat subjek semakin memahami kondisi tersebut sehingga dapat mengatasi berbagai permasalahan yang muncul, seperti masalah pengasuhan anak, komunikasi, dan pembagian peran. Berbagai permasalahan dalam pernikahan jarak jauh menuntut subjek melakukan upaya untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Selain adanya permasalahan, menjalani pernikahan jarak jauh juga memunculkan dampak positif, seperti kemandirian, rasa syukur, dan adanya dukungan dari keluarga.

 

 

Fulltext View|Download
Keywords: pernikahan jarak jauh, pengalaman, istri pelaut

Article Metrics:

  1. Dariyo, A. (2004). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: Grasindo
  2. Dewi, N. R., & Sudhana, H. (2013). Hubungan antara komunikasi interpersonal pasutri dengan keharmonisan dalam pernikahan. Jurnal Psikologi Udayana, vol. 1, no. 1, hal 22-31
  3. Gunarsa, Y. S. D. (2012). Asas-asas psikologi keluarga idaman. Jakarta: Gunung Mulia
  4. Hurlock, B. E. (2006). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga
  5. Itryah. (2009). Hubungan antara kepercayaan antar pasangan dan lamanya usia perkawinan dengan penyesuaian perkawinan. Jurnal Ilmiah Psyche, vol. 3, no. 1, hal 33-41
  6. Jannah, I. (2008). Psiko-harmoni rumah tangga. Surakarta: Indivia Pustaka
  7. Kertamuda, E. F. (2009). Konseling pernikahan untuk keluarga indonesia. Jakarta: Salemba Humanika
  8. Lestari, S. (2016). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  9. Mangunsong, F. (2011). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Kampus Baru UI
  10. Margiani, K., & Ekayati, N. (2013). Stres, dukungan keluarga dan agresivitas pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh. Jurnal Psikologi Indonesia, vol. 2, no. 3, hal 191-198
  11. Marini, L., & Julinda. (2010). Gambaran kepuasan pernikahan istri pada pasangan sommuter marriage. Jurnal Ilmiah Psikologi Universitas Sumatra Utara
  12. Papalia, D. E., Olds, S. W & Feldman, R. D. (2009). Human development: Perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika
  13. Rachmawati, D & Mastuti, E. (2013). Perbedaan tingkat kepuasan perkawinan ditinjau dari tingkat penyesuaian perkawinan pada istri brigif 1 marinir TNI-AL menjalani long distance marriage. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, vol. 02, no. 01, hal 1-8
  14. Smith, A. J. (2009). Psikologi kualitatif: Panduan praktis metode riset. Yogyakarta: Pustaka Belajar
  15. Sternberg, R. J. (2010) Cupid arrow: Konsepsi cinta dari zaman ke zaman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.