SIKAP REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERCERAIAN: STUDI KOMPARASI PADA REMAJA SISWA SMA NEGERI 6 SEMARANG

*Wenny Dewanti  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Annastasia Ediati  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Statistics: 142 133
Abstract

Perceraian merupakan berakhirnya hubungan suami-istri dari suatu perkawinan yang disebabkan oleh suatu alasan tertentu dan telah diakui secara hukum. Anak yang memasuki masa remaja mulai memahami arti dan akibat dari perceraian. Peristiwa perceraian orang tua dapat mempengaruhi pembentukan sikap remaja terhadap pernikahan dan perceraian. Hasil-hasil penelitian sebelumnya menemukan adanya perbedaan pandangan dan harapan terhadap pernikahan diantara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk perbedaan sikap antara remaja laki-laki dan remaja perempuan terhadap perceraian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X-XII SMAN 6 Semarang, yang berjumlah 1.295 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster sampling, dengan jumlah sampel 304 siswa. Pengumpulan data menggunakan Skala Sikap terhadap Perceraian (47 aitem, α = 0,927). Hasil analisis uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara remaja laki-laki (M=86,4; SD=10,683) dan perempuan (M=86,53; SD=9,855) dalam hal sikap terhadap perceraian (t(302)=0,104; p=0,917).

Keywords: perceraian; sikap; remaja; laki-laki; perempuan

Article Metrics: