skip to main content

GAMBARAN ASERTIVITAS PADA PEREMPUAN YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 16 Jan 2017.

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menemukan makna terdalam mengenai gambaran asertivitas pada perempuan yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian adalah tiga orang perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran. Proses pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek baru pertama kalinya mengalami kekerasan dalam pacaran.Subjek mengalami kekerasan dalam bentuk fisik, verbal dan emosional serta seksual. Subjek juga merasakan dampak dari kekerasan yang dialami baik secara fisik, psikis, sosial, dan seksual. Seiring berjalannya hubungan berpacaran yang diliputi dengan tindakan kekerasan, subjek pada akhirnya menunjukkan asertivitas yang berpengaruh pada perubahan situasi dalam hubungan yaitu berkurangnya perlakuan kekerasan yang diterima subjek. Bagi subjek kedua dan ketiga apabila asertivitas tidak kunjung dimunculkan maka pasangan akan semakin memperlakukan subjek secara tidak baik. Asertivitas yang dimunculkan oleh subjek kedua bertujuan agar dapat memperjuangkan dirinya sendiri dan hak-hak pribadinya. Sementara itu pada subjek pertama meskipun sudah berusaha memunculkan asertivitas, subjek pertama mengalami rasa ketidakberdayaandikarenakan kekerasan seksual yang dialami.
Fulltext View|Download
Keywords: asertivitas; kekerasan dalam pacaran; perempuan

Article Metrics:

  1. Alberti, R.E. & Emmons, M.L. (2008).Your perfect right: Assertiveness and equality in your life and relationships (9thed.). Atascadero, CA: Impact Publisher
  2. Ali, P.A. & Naylor, P.B. (2013). Intimate partner violence: A narrative review of the biological and psychological explanations for its causation. Aggression and Violent Behavior, 18, 373-382
  3. Bonomi, A.E., Anderson, M.L., Nemeth, J., Rivara, F.P. & Buettner, C. (2013).History of dating violence and the association with late adolescent health.BMC Public Health, 13 (821), 1-12
  4. DeGenova, M.K. & Rice, F.P. (2005).Intimate relationships, marriages, and families, sixth edition. New York: McGraw-Hill
  5. Herdiansyah, H. (2011). Metodologi penelitian kualitatif.Jakarta: Salemba Humanika
  6. Israr, Y.A. (2008, Oktober).Peranan forensik klinik dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Diunduh dari http://www.forensikklinikku.webs.com
  7. Mahlstedt, D.L. & Welsh, L.A. (2005).Perceived causes of physical assault in heterosexual dating relationships.Violence Against Women, 11(4), 447-472
  8. Manjorang, A.P. & Aditya, I. (2015).The law of love: Hukum seputar pranikah, pernikahan, dan perceraian di Indonesia. Jakarta: Visimedia
  9. Marini, L. & Andriani, E. (2005).Perbedaan asertivitas remaja ditinjau dari pola asuh orang tua. Psikologia, 1(2), 46-53
  10. Miller, R.S. (2012). Intimate relationships, sixth edition. New York: McGraw-Hill
  11. Safitri, W.A. & Sama‟i.(2013). Dampak kekerasan dalam berpacaran (The impact of violence in dating.Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa UNEJ, I (1), 1-6
  12. Subandi. (2009). Psikologi dzikir: Studi fenomenologi pengalaman transformasi religius. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.