skip to main content

RELASI ANAK DAN IBU PADA KELUARGA YANG BERCERAI (Studi Kualitatif Fenomenologis)

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 16 Jan 2017.

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam gambaran relasi anak dan ibu pada keluarga yang bercerai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian adalahanak laki-laki dengan orang tua yang mengalami perceraian berusia 20-22 tahun, dan tinggal di kota Semarang, berjumlah tiga subjek yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa perceraian memberikan masing-masing dampak negatif pada ketiga subjek, seperti perasaan minder, menutup diri, kehilangan figur ayah, dan menjadi pribadi yang keras. Keberadaan ibu yang berkompeten dan adanya relation (hubungan) yang erat dengan subjek merupakan salah satu faktor yang membantu ketiga subjek untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi perceraian orang tua, mampu bangkit dari keterpurukan, dan menjadi resilien.
Fulltext View|Download
Keywords: perceraian; anak; ibu; relasi

Article Metrics:

  1. Berk, L. E. (2010). Development through the lifespan: Fifth Edition. Boston: Allyn & Bacon
  2. BKKBN online. (2013). Angka perceraian di Indonesia tertinggi di Asia Pasifik. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Diakses dari http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=967
  3. Clapp, G. (2000). Divorce & new beginnings. New York: John Wiley & Sons
  4. Dagun, D. M. (2002). Psikologi keluarga (peranan ayah dalam keluarga). Jakarta: PT. Rineka Cipta
  5. Glantz, M. D., & Johnson, J. L. (2002). Resilience and development: Positive life adaptations. New York: Springer US
  6. Hetherington, E.M. (2003). Social support and the adjustment of children in divorced and remarried families. Childhood, 10(2), 217-236
  7. Kelly, J. B., & Emery, R. E. (2003). Children's adjustment following divorce: Risk and resilience prespectives. Family Relations, 52, 352
  8. Lopez, S. J. (2009). The encyclopedia of positive pshycology. Hoboken: Wiley-Blackwell
  9. Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya
  10. Putra, E. P. (2012). Angka perceraian Indonesia naik drastis 70 persen. Republika Online. Diakses dari http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/24/Iya2yg-angka-perceraian-pasangan-indonesia-naik-drastis-70-persen
  11. Republika. (2014). Tingkat perceraian Indonesia meningkat setiap tahun, ini ditanya.Republika Online. Diakses dari http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/11/14/nf0ij7-tingkat-perceraian-indonesia-meningkat-setiap-tahun-ini-ditanya
  12. Schoon, I. (2006). Risk and resilience: Adaptations in changing times. Cambridge: Cambridge University Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.