skip to main content

HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DENGAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA DOSEN WANITA DI PERGURUAN TINGGI “X”

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 16 Jan 2017.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dengan work-family conflict pada dosen wanita di Perguruan Tinggi “X”. Populasi penelitian berjumlah 87 dosen wanita di Perguruan Tinggi “X” dengan karakteristik dosen tetap yang memiliki NIDN, masa kerja minimal 1 tahun, berstatus menikah, dan aktif mengajar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.
Sampel penelitian berjumlah 43 dosen wanita. Metode pengambilan data menggunakan skala gaya kepemimpinan melayani sebanyak 38 aitem dengan nilai α = 0,984 dan skala work-family conflict sejumlah 30 aitem dengan nilai α
= 0,920. Data dianalisa dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil (rxy) = -0,512 dengan p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara variabel gaya kepemimpinan melayani dengan variabel work-family conflict. Gaya kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 26,2% terhadap work-family conflict.

Fulltext View|Download
Keywords: work-family conflict; gaya kepemimpinan melayani; dosen; wanita

Article Metrics:

  1. Alteza, M., & Hidayati, L. N. (2009). Work-family conflict pada wanita bekerja: Studi tentang penyebab, dampak dan strategi coping. Laporan Penelitian. Program Studi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
  2. Anderson, S. E., Coffey, B. S., & Byerly, R. T. (2002). Formal organizational initiatives and informal workplace practices: links to work-family conflict and job-related outcomes. Journal of Management, 28(6), 787-810
  3. Barbuto, J. E., & Wheeler, D. (2006). Scale development and construct clarification of servant leadership. Group & Organization Management, 31(3), 300-326
  4. Bellavia, G. M., & Frone, M. R. (2005). Work-Family Conflict. In J. Barling, E. K. Kelloway, & M. R. Frone (Ed.), Handbook of work stress, 113-148. Thousand Oaks: Sage Publication, Inc
  5. Carlson, D. S., Kacmar, K. M., & Williams, L. J. (2000). Construction and initial validation of a multidimensional measure of work-family conflict. Journal of Vocational Behavior, 56, 249-276
  6. Crane, D. R., & Hill, E. J. (2010). Handbook of families and work: Interdisciplinary perspectives. Maryland: University Press of America
  7. Dierendonck, D. V., & Patterson, K. (2010). Servant leadership: An Introduction. In D. V
  8. Dierendonck & K. Patterson (Ed.), Servant leadership: Development in theory and reasearch, 3-10. New York: Palgrave Macmillan
  9. Neuschel, R. P. (2008). Pemimpin yang melayani. Klaten: PT Macanan Jaya Cemerlang
  10. Putri, R. P. L. H., & Suhariadi, F. (2015). Hubungan antara dukungan atasan, rekan kerja dan pasangan dengan work-family conflict pada karyawan wanita di perusahaan konstruksi. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 4(1), 221-228
  11. Rachman, T. (2013, 21 Februari). Usaid latih 35 pimpinan perempuan PTN dan PTS. Republika.co.id. Diunduh dari http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/02/21/mikitv-usaid-latih-35-pimpinan-perempuan-ptn-dan-pts
  12. Robbins, S.P., & Judge, T.A. (2014). Perilaku organisasi. Jakarta: Salemba Humanika
  13. Sipe, J. W., & Frick, D. M. (2009). Seven pillars of servant leadership: Practicing the wisdom of leading by serving. New York: Paulist Press
  14. Steinberg, J. R., True, M., & Russo, N. F. (2008). Work and family roles: Selected issues. In F
  15. L. Denmark, & M. A. Paludi (Eds.), Psychology of women: A handbook of issues and theories, 652-700. London: Praeger Publisher
  16. Tang, G., Kwan, H. K., Zhang, D., & Zhu, Z. (2015). Work-family effects of servant leadership: The roles of emotional exhaustion and personal learning. Journal of Business Ethics, 137(2), 285-297

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.