skip to main content

HUBUNGAN ANTARA LOKUS PENGENDALIAN INTERNAL DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA GURU SMA NEGERI DI KOTA BOGOR

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract
Kesejahteraan psikologis penting untuk dimiliki oleh guru, karena akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Kesejahteraan psikologis pada guru dapat terwujud jika guru memiliki keyakinan bahwa dirinya memiliki control terhadap apa yang terjadi pada hidupnya, yaitu lokus pengendalian internal. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lokus pengendalian internal dengan kesejahteraan psikologis. Subjek penelitian ini terdiri dari 221 guru SMA Negeri di Kota Bogor. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis (30 aitem, α = 0,918) dan Skala Lokus Pengendalian Internal (31 aitem, α = 0,903). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara lokus pengendalian internal dengan kesejahteraan psikologis (rxy= 0,80; p< 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi lokus pengendalian internal maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis. Lokus pengendalian internal memberikan sumbangan efektif sebesar 64% terhadap kesejahteraan psikologis.
Fulltext View|Download
Keywords: kesejahteraan psikologis; lokus pengendalian internal; guru SMA Negeri

Article Metrics:

  1. Aji, W. (2014, 26 November). Profesionalisme dan kesejahteraan guru jauh dari harapan. Tribunnews. Diunduh dari: www.tribunnews.com
  2. Asthiningsih, N. W. W., Marchia, C. R., & Sedyowinarso, M. (2010). Hubungan kemampuan kontrol diri dengan kecenderungan depresi pada mahasiswa program B PSIK FK UGM. Berita Kedokteran Masyarakat, 26(8), 159 181
  3. Carnicer, J. G., & Calderon, C. (2013). Coping strategies and psychological well-being among teacher education students. European Journal Psychological Education, 28(4), 1127- 1140
  4. Damasio, B. F., Melo, R. L., & Silva, J. P. (2013). Meaning in life, psychological well-being and quality of life. Paidea (Ribeirdo Preto), 23(54), 73-82
  5. Ghufron, M. N., & Risnawita, R. S. (2010). Teori-teori psikologi. Yogyakarta: ArRuzz Media
  6. Holmes, E. (2005). Teacher well-being.New York: Routledge Famer
  7. Huppert, F. A. (2009). Psychological well-being: evidence regrading its causes and consequences. Applied Psychology: Health and Well-being, 1(2), 137-164
  8. Jeloudar, S. Y., & Goodarzi, F. L. (2012). Predicting teachers’ locus of control and job performance among MA and BA teachers senior secondary schools. International Journal of Humanities and Social Science, 2(12), 248-252
  9. Kreitner, R, & Kinicki, A. (2005). Perilaku organisasi. Jakarta: Salemba Empat
  10. Myers, D. G. (2008). Social psychology (9thed.). New York: McGraw-Hill
  11. Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know theyself and become what you are a eudamonic approach to psychological well being. Journal of Happiness Studies, 9, 13-39
  12. Wells, I. E. (2010). Psychological well being. New York: Nova Science Publishers, Inc

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.