BibTex Citation Data :
@article{DLJ54474, author = {Yosafat Nehemia Simamora and Bagus Rahmanda and Rahandy Rizki Prananda}, title = {PERLINDUNGAN HAK EKONOMI KOMPOSER PADUAN SUARA DARI PENGGUNAAN PARITUR SECARA ILEGAL DALAM PLATFORM DIGITAL: STUDI KOMPARASI HUKUM HAK CIPTA INDONESIA DAN JERMAN}, journal = {Diponegoro Law Journal}, volume = {15}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Hak Ekonomi; Partitur Paduan Suara; Platform Digital; Hak Cipta; Urheberrechtsgesetz}, abstract = { Digitalisasi meningkatkan kerentanan partitur paduan suara terhadap penggunaan ilegal pada platform seperti Scribd dan TikTok . Pelanggaran hak cipta umumnya terjadi melalui pengunggahan partitur komposer ke platform digital yang dapat diakses publik tanpa izin. Penelitian ini menganalisis perlindungan hak ekonomi komposer atas penggunaan partitur secara ilegal berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Urheberrechtsgesetz (UrhG) 2021 Jerman. Dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan komparasi hukum, penelitian menunjukkan bahwa kedua sistem hukum melindungi hak ekonomi komposer, namun UrhG 2021 memberikan penjelasan dan perlindungan yang lebih komprehensif. Penerapan Digital Rights Management (DRM) dinilai dapat menjadi langkah efektif mencegah penyebaran tidak sah. Mekanisme penegakan keduanya berbeda, diantaranya Indonesia hanya menganut delik aduan, sedangkan Jerman mengenal delik aduan dan ex officio . Mekanisme ex officio memberikan perlindungan lebih karena memungkinkan tindakan tanpa pengaduan ketika pelanggaran berdampak pada kepentingan publik. }, issn = {2540-9549}, doi = {10.14710/dlj.2026.54474}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/54474} }
Refworks Citation Data :
Digitalisasi meningkatkan kerentanan partitur paduan suara terhadap penggunaan ilegal pada platform seperti Scribd dan TikTok. Pelanggaran hak cipta umumnya terjadi melalui pengunggahan partitur komposer ke platform digital yang dapat diakses publik tanpa izin. Penelitian ini menganalisis perlindungan hak ekonomi komposer atas penggunaan partitur secara ilegal berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Urheberrechtsgesetz (UrhG) 2021 Jerman. Dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan komparasi hukum, penelitian menunjukkan bahwa kedua sistem hukum melindungi hak ekonomi komposer, namun UrhG 2021 memberikan penjelasan dan perlindungan yang lebih komprehensif. Penerapan Digital Rights Management (DRM) dinilai dapat menjadi langkah efektif mencegah penyebaran tidak sah. Mekanisme penegakan keduanya berbeda, diantaranya Indonesia hanya menganut delik aduan, sedangkan Jerman mengenal delik aduan dan ex officio. Mekanisme ex officio memberikan perlindungan lebih karena memungkinkan tindakan tanpa pengaduan ketika pelanggaran berdampak pada kepentingan publik.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats
EDITORIAL ADDRESSDiponegoro Law JournalFaculty of Law, Universitas DiponegoroSatjipto Rahardjo Building, Jl. dr. Antonius Suroyo, Tembalang, Semarangdiponegorolawjournal@gmail.comhttps://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr024 - 76918201 (telp) / 024 - 76918206 (fax)