skip to main content

PEMBERIAN GANTI KERUGIAN TERHADAP WARGA TERDAMPAK PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL KARENA TANAHNYA MUSNAH

*Cornelia Sekar Anggita  -  Program Studi S1 Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ana Silviana  -  Program Studi S1 Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Mira Novana Ardani  -  Program Studi S1 Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Jalan Semarang–Demak mengalami kepadatan lalu lintas dan sering dilanda banjir rob, menyebabkan kemacetan parah. Pemerintah membangun jalan tol Semarang–Demak sebagai solusi, yang juga berfungsi sebagai tanggul laut. Desa Purwosari terdampak pengadaan tanah untuk proyek ini, dengan 102 bidang tanah terindikasi sebagai tanah musnah yang belum dibebaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status tanah warga sebagai tanah musnah, proses penetapan dana kerohiman, serta tanggapan warga penerima dana. Metode yang digunakan adalah pendekatan non-doktrinal dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka, dianalisis secara kualitatif dengan metode induktif. Hasil menunjukkan bahwa tanah warga memenuhi unsur tanah musnah yaitu perubahan bentuk akibat alam, tidak teridentifikasi, dan tidak dapat difungsikan. Penetapan dana kerohiman dilakukan oleh penilai publik dengan rata-rata Rp257.000/m². Warga merespons positif dan menggunakan dana untuk kebutuhan seperti pembelian tanah baru, perbaikan rumah, investasi, dan pendidikan.

Fulltext View|Download
Keywords: Dana Kerohiman; Tanah Musnah; Pengadaan Tanah; Keadilan Sosial; Jalan Tol Semarang-Demak

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.