Mekanisme Perdamaian dalam Kepailitan Sebagai Salah Satu Cara Penyelesaian Utang Menurut Undang-Undang No.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

*Ananda Suara Okta Gemilang , Etty Susilowati, Siti Mahmudah -  Univercity Of Diponegoro - Faculty of Law, Indonesia
Published: 1 Apr 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 68 31
Abstract

Putusan pailit  oleh Pengadilan  Niaga  yang berakibat  debitor  pailit,  dapat diupayakan perdamain. Perdamaian dalam kepailitan adalah salah satu cara yang dapat  ditempuh  oleh  debitor  pailit  untuk  dapat  melakukan  negosiasi  cara-cara pembayaran  utang  debitor  kepada  kreditor,  baik  sebagian  maupun  seluruhnya. Dilakukannya  perdamaian dalam kepailitan maka akan memberikan kesempatan untuk  tetap  dapat  melanjutkan  usaha-usaha  yang  dimiliki  oleh  debitor  pailit sehingga dapat melunasi utang-utang yang dimiliki kepada para kreditornya. PT. Pelita Propertindo Sejahtera,  salah  satu usaha pengembang ruko dan apartemen, telah  dipailitkan   oleh  para   kreditornya   dan  kemudian   mengajukan   rencana perdamaian.  Rencana  perdamaian  ini   ditempuh  oleh  PT.  Pelita  Propertindo Sejahtera  harus  sesuai  dengan  mekanisme  yang  telah  diatur  dalam  Undang- Undang  No.37  Tahun  2004  Tentang  Kepailitan   dan  Penundaan  Kewajiban Pembayaran Utang.

Keywords
Mekanisme, Perdamaian, Penyelesaian Utang Dalam Kepailitan.

Article Metrics: