AKIBAT HUKUM JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN SECARA DIBAWAH TANGAN YANG SEDANG DIBEBANI HAK TANGGUNGAN (Studi Kasus Putusan Nomor 416/Pdt/G/2015/PN.Smg)

*Putri Wijayanti*, Ana Silviana, Sri Wahyu Ananingsih -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 16 Aug 2017; Published: 16 Aug 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 90 73
Abstract

Pelaksanaan jual-beli tanah secara dibawah tangan dengan sertipikat menjadi jaminan sah menurut hukum. Sahnya jual-beli menurut Hukum Adat harus dipenuhi syarat materiil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutus Perkara Nomor 416/Pdt/G/2015/PN.Smg dan untuk mengetahui aspek keadilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian berdasarkan pertimbangan hakim dalam memutus perkara bahwa jual-beli sah menurut hukum, penjual melakukan wanprestasi dengan tidak menindaklanjuti jual-beli dihadapan Notaris/PPAT, tanah dan bangunan sah milik pembeli. Akibat hukum jual-beli tanah dan bangunan dibawah tangan yang sedang dibebani hak tanggungan yaitu,  jual-beli secara dibawah tangan sah menurut hukum, pembeli tidak dapat mengambil sertipikat di Bank, pembeli tidak dapat mendaftarkan hak atas tanah, pembeli tidak mempunyai alas hak yang kuat. Kesimpulan dari penulisan hukum ini, bahwa hakim dalam memutus perkara sudah tepat dengan mencerminkan keadilan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 

Keywords
Jual Beli, Dibawah Tangan, Hak Tanggungan

Article Metrics: