Praktik Perkawinan Campuran Antar Masyarakat Adat di Kota Batam dan Akibat Hukumnya ( Studi Pada Perkawinan Campuran Antara Pria Batak dan Wanita Minangkabau di Sungai Panas Kota Batam )

*Riyan Fitriatmoko*, Sri Sudaryatmi, Triyono  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 16 Aug 2017; Published: 16 Aug 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Perkawinan campuran antar adat sering terjadi Indonesia saat ini, mengingat pengaruh globalisasi yang mendorong masyarakat melakukan urbanisasi untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Seperti yang terjadi di Sungai Panas Kota Batam telah terjadi perkawinan campuran antara pria Batak dan wanita Minangkabau. Permasalahan ini sangat menarik untuk dibahas agar mengetahui bagaimana praktik dan akibat hukum perkawinan campuran tersebut. Setelah dilakukan penelitian dengan metode pendekatan yuridis komparatif antara yuridis normatif dan yuridis empiris dapat diketahui praktik perkawinan tersebut menggunakan kedua adat masing-masing sesuai dengan hasil musyawarah dari kedua kerabat, mengenai akibat dari perkawinan tersebut kedua belah pihak setuju memilih jalan tengah untuk menggunakan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dalam menghadapi akibat yang timbul dari perkawinan campuran tersebut.

Keywords: Perkawinan Campuran.

Article Metrics: