AKUISISI SEBAGAI PELAKSANAAN KEBIJAKAN SINGLE PRESENCE POLICY PADA BANK PT. TBK LINTAS NEGARA ANTARA MALAYAN BANKING BERHAD (MAYBANK) DENGAN BANK INTERNASIONAL INDONESIA (BII)

*Belle Risca Junia*, Budiharto, Siti Mahmudah -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 26 Jul 2017; Published: 26 Jul 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 117 274
Abstract

Krisis moneter pada tahun 1998 mempunyai dampak yang besar terhadap perbankan nasional. Krisis ini disebabkan salah satunya karena fundamental perbankan Indonesia yang belum kuat. Melihat hal ini, pemerintah kemudian menganggap penting untuk hanya sedikit saja bank yang mempunyai modal kuat untuk berdiri. Struktur perbankan yang kuat dapat dicapai antara lain melalui penataan struktur kepemilikan bank melalui kebijakan Kepemilikan Tunggal pada Perbankan Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No.8/16/PBI/2006 mengenai Kepemilikan Tunggal pada Perbankan yang memberlakukan Single Presence Policy (Kebijakan Kepemilikan Tunggal) terhadap pemegang saham pengendali pada 1 (satu) bank, yang mewajibkan suatu pihak hanya menjadi pemegang saham pengendali pada 1 (satu) bank. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) merupakan salah satu bank yang terkena dampak krisis moneter 1998 sehingga dinyatakan sebagai “Bank dalam Penyehatan” pada tahun 2001. Pada tahun 2008, Malayan Banking Berhad (Maybank) mengakuisisi BII dalam rangka pelepasan saham oleh Temasek untuk mematuhi Single Presence Policy.

Keywords
Single Presence Policy, Pengambilalihan, Maybank, BII

Article Metrics: