IMPLIKASI PEMUTUSAN HUBUNGAN DIPLOMATIK SAUDI ARABIA DENGAN IRAN PASCA EKSEKUSI HUKUMAN MATI SHEIKH NIMR AL-NIMR

*Aryo Bimo Prasetyo*, Kholis Roisah, Peni Susetyorini -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 13 Jul 2016; Published: 13 Jul 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 243 103
Abstract

Negara dalam dunia intenasional dapat membuka hubungan kepada negara lainnya, hubungan ini berawal dari berbagai kepentingan, hubungan tersebut memiliki dampak positif maupun dampak negatif. Salah satunya ialah pada tahun 2016 terjadi penyerangan gedung perwakilan diplomatik (premises) Arab Saudi di Iran setelah eksekusi hukuman mati Sheikh Nimr al-Nimr kemudian terjadi pemutusan hubungan diplomatik antar negara tersebut. Bagaimana perlindungan bagi warga negara di masing-masing negara setelah putusnya hubungan diplomatik pasca hukuman mati Sheikh Nimr al-Nimr dan bagaimana pertanggungjawaban negara penerima terhadap kerusakan yang terjadi di gedung Kedutaan Arab Saudi. Penyerangan terhadap  Arab Saudi yang dilakukan oleh warga negara Iran yang bertentangan dengan hukum internasional, khususnya hukum diplomatik. Setelah Pemutusan hubungan diplomatik, perlindungan bagi warga negara diberikan kepada negara ketiga setelah mendapat persetujuan Iran dan Arab Saudi melalui  mekanisme  Protecting Power. Iran dalam pertanggungjawabannya tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai negara penerima. Iran sebagai negara penerima memiliki kewajiban untuk bertanggungjawab untuk menyelesaikan kasus ini.

Keywords
Implikasi, Pemutusan Hubungan Diplomatik, Arab Saudi-Iran

Article Metrics: