PENGARUH SISTEM PEMBINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SEBAGAI BENTUK PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DENGAN PENINGKATAN JUMLAH NARAPIDANA RESIDIVIS (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I SEMARANG)

*Agung Pambudi*, R.B.Sularto, Budhi Wisaksono -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 13 Jul 2016; Published: 13 Jul 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 112 60
Abstract

Recidive atau pengulangan tindak pidana oleh residivis adalah sebuah realitas kejahatan dalam masyarakat yang cukup meresahkan dewasa ini. Setiap tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang terjadi peningkatan jumlah narapidana residivis yang cukup signifikan. Banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya recidive yang dilakukan narapidana residivis, salah satu faktor yang dikaji dalam skripsi ini adalah mengenai proses pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan. Narapidana residivis yang dibina di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang mendapatkan dua pembinaan di lapas yaitu program pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Program pembinaan kepribadian merupakan program yang fokus pada perbaikan karakter dan perilaku warga binaan pemasyarakatan, sedangkan program pembinaan kemandirian adalah program pelatihan keterampilan intelektual dan kerja sesuai minat warga binaan pemasyarakatan. Berdasarkan pembahasan dalam penulisan skripsi ini, pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Semarang sudah terlaksana dengan baik dan prosedural. Program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang diberikan kepada narapidana residivis telah memberikan efek jera yang cukup signifikan.

Keywords
narapidana residivis, recidive, pembinaan narapidana, program pembinaan kepribadian dan kemandirian, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang

Article Metrics: