PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENUMPANG PESAWAT UDARA GARUDA INDONESIA TERHADAP KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN BARANG BAWAAN

*Mutia Arianti*, Suradi, R.Suharto -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 10 Jun 2016; Published: 10 Jun 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 53 57
Abstract

Pengangkutan udara pada saat ini sudah menjadi alat pengangkutan yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia karena sifatnya yang efektif dan efesien bagi para pengguna jasanya. Pengangkutan ini sebagian besar menawarkan biaya yang relatif tinggi untuk perjalanan menggunakan pengangkutan ini namun dengan biaya yang relatif tinggi masih terdapat salah satu pelayanan yang diberikan dirasa kurang baik, konsumen merasa perlindungan terhadap kehilangan atau kerusakan barang bawaannya tidak sesuai dengan apa  yang mereka inginkan. Dalam menyelesaikan permasalahan kehilangan atau kerusakan barang bawaan PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk. mempunyai peraturan tersendiri yang akan mereka gunakan. Peraturan tersebut disebut dengan Standard Operating Procedure. Peraturan tersebut seharusnya tidak bertentangan dengan peraturan yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan Standard Operating Procedure yang dimiliki oleh PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk. dalam pelaksanaannya untuk mengatasi masalah kehilangan atau kerusakan barang bawaan penumpang dan untuk mengetahui perlindungan hukum yang di dapatkan oleh konsumen dengan adanya Standard Operating Procedure ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standard Operating Proedure yang digunakan oleh PT.Garuda Indonesia sudah dijalankan sesuai dengan peraturan yang ada yaitu Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara. Dari pelaksanaan Standard Operating Procedure tersebut secara umum sudah memberikan perlindungan kepada konsumen sebagai penumpang pesawat sesuai dengan peraturan yang sudah ada. Bagi pihak konsumen seharusnya meningkatkan rasa keingintahuannya terhadap prosedur barang bawaannya dan lebih aktif dalam kasus kehilangan dan kerusakan barang bawaannya. Untuk pihak maskapaipun juga harus tetap meningkatkan kinerja nya dan juga mempermudah dalam pemberitahuan informasi kepada konsumen. 

Keywords
Barang, Bagasi, Standard Operating Prosedure

Article Metrics: