TOTAL BAKTERI ANAEROB, PRODUKSI GAS DAN LAJU PRODUKSI GAS BIO-DIGESTER DENGAN PENAMBAHAN SEKAM PADI PADA BAHAN BAKU FESES SAPI POTONG

Luqman Nauval Hakim, Nurwantoro Nurwantoro, Agung Purnomoadi

Abstract


This study aims to determine the total production of biogas, anaerobic bacterial counts, and the rate of biogas production with the addition of rice husk in cattle fecal material. The research was carried out on October 9, 2010 through June 14, 2011 in Dairy Cattle Science Laboratory, Faculty of Animal Science, Diponegoro University, Semarang. Research materials in the form of fresh feces of cattle by 200 males Java g biogas as the main ingredient, rice husks as much as 8.46 g of additional material, and as much water as a diluent 385.09 g stuffing materials digester. The equipment used is a set of tools digester, pH meter, thermometer, electric scales, aluminum foil, buckets, stirrers, measuring cups and shots. Experiments using completely randomized design (CRD) consisting of 2 treatments and 4 replications. Treatment is T0 (control) with stuffing materials 100% feces and T1 (treatment) with stuffing materials feces and rice hulls. Observed variables include the total gas, total anaerobic bacteria, and the rate of gas production. The data were tested by t test. The results showed that the addition of rice husk in biogas stuffing materials not significant (P> 0.05) on the production of gas and the gas production rate, whereas total anaerobic bacteria showed that there were significant effects (P <0.05). The average biogas production is 206.875 ml for 28 days at T0 and T1 243.75 ml. Total anaerobic bacteria in T0 (control) 0.75 × 107 cfu / g lower (P <0.05) than T1 (treatment) 3.24 × 107 cfu / g. Rice husks can not be used as an additive in the feces of beef cattle to produce biogas.

Keywords: biogas, anaerobic bacteria, cow feces, rice husks

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total produksi biogas, jumlah bakteri anaerob, dan laju produksi biogas dengan penambahan sekam padi pada bahan baku feses sapi potong. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2010 sampai 14 Juni 2011 di Laboratorium Ilmu Ternak Perah, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Materi penelitian berupa feses segar dari sapi Jawa jantan sebanyak 200 g sebagai bahan utama pembuatan biogas, sekam padi sebanyak 8,46 g sebagai bahan tambahan, dan air sebanyak 385,09 g sebagai pencair bahan isian digester. Peralatan yang digunakan yaitu seperangkat alat digester, pH meter, termometer, timbangan elektrik, alumunium foil, ember, pengaduk, gelas ukur dan suntikan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah T0 (kontrol) dengan bahan isian 100% feses dan T1 (perlakuan) dengan bahan isian feses dan sekam padi. Variabel yang diamati meliputi total gas, total bakteri anaerob, dan laju produksi gas. Data hasil penelitian diuji dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan sekam padi pada bahan isian biogas tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi gas dan laju produksi gas, sedangkan total bakteri anaerob menunjukkan terdapat pengaruh yang nyata (P < 0,05). Rata-rata produksi biogas adalah 206,875 ml selama 28 hari pada T0 dan pada T1 243,75 ml. Total bakteri anaerob pada T0 (kontrol) 0,75 × 107 cfu/g lebih rendah (P < 0,05) daripada T1 (perlakuan) 3,24 × 107 cfu/g. Sekam padi belum bisa digunakan sebagai bahan tambahan dalam feses sapi potong untuk menghasilkan biogas.

Kata kunci: biogas, bakteri anaerob, feses sapi, sekam padi


Keywords


biogas; bakteri anaerob; feses sapi; sekam padi; biogas; anaerobic bacteria; cow feces; rice husks

Full Text:

Fulltext PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lisensi Creative Commons
AAJ diterbitkan oleh Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj



is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats