KECERNAAN DAN FERMENTABILITAS HIJAUAN OROK-OROK SECARA IN VITRO SEBAGAI BAHAN PAKAN YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DENGAN JAGUNG MANIS (In Vitro Digestibility and Fermentability of Orok-orok Forage Yield in Intercropping System with Sweet Corn as Feed)

Attria Thanesya, Sumarsono Sumarsono, Limbang K. Nuswantara

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan dan fermentabilitas dari hijauan orok-orok yang ditanam secara tumpangsari dengan jagung manis secara in vitro dengan perbedaan kepadatan dan pola tanam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan. Kepadatan (K) sebagai faktor pertama (6, 12, 18 tanaman/m2 diantara tanaman jagung) dan pola tanam (P) sebagai faktor kedua (1 dan 2 baris tanaman orok-orok diantara tanaman jagung, jarak tanam 100 x 25 cm). Parameter yang diamati adalah KcBK, KcBO, produksi VFA dan konsentrasi NH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola tanam satu maupun dua baris dan kepadatan yang semakin meningkat tidak menurunkan KcBK, KcBO, produksi VFA secara nyata, namun menurunkan konsentrasi NH3 (P<0,05). Rerata nilai KcBK pada penelitian adalah 44,63% ± 48,09%. Rerata KcBO 49,35% ± 52,07%. Rerata produksi VFA 126,26 mM ± 136,25 mM. Peningkatan kepadatan 6 ke 12 tanaman/m2 tidak menurunkan NH3 namun nyata (P<0,05) dan konsentrasi NH3 menurun dari kepadatan dari 12 ke 16 tanaman/m2. Rerata NH3 6,06 mM ± 7,06 mM. Simpulan dari penelitian ini adalah pola tanam tidak mempengaruhi kualitas nutrisi secara nyata dan peningkatan kepadatan sampai 12 tanaman/m2 tidak mempengaruhi nilai kecernaan dan fermentabilitas.

Kata kunci: tumpangsari; kecernaan; produksi; in-vitro

 

ABSTRACT

 

This research was conducted to evaluate the digestibility and in-vitro fermentability of orok-orok forage yielded in intercropping with sweet corn within different densities. A Completely Randomized Block Design (CRBD) was applied in 3 x 2 factorial and 4 replications. The first factor was plant density factor (6, 12, 18 plants/m2) among corn crops and the second one was line number of orok-orok (1 and 2) among corn plants, spacing 100 cm x 25 cm. The digestibility of Dry Matter (DoDM), the Digestibility of Organic Materials (DoOM), the production of volatile fatty acids (VFA) and the concentration of ammonia (NH3) were measured on fodder of orok-orok. Different plant lines of orok-orok with increasing density did not influence the DoDO, DoDM, and VFA, the value were 44.63% ± 48.09%; 49,35% ± 52.07%; 126.26 mM ± 136,25 mM; but decreased (P<0,05) the concentration of NH3, average value was 6.06 mM ± 7.06 mM. It can be concluded that neither line number of orok-orok plant nor the plant density up to 12/m2 of orok-orok plant in an intercropped system with corn plant influenced their nutrional quality as well as digestability and fermentability.

Keywords: intercropping; digestibility; production; in-vitro

Keywords


tumpangsari; kecernaan; produksi; in-vitro; intercropping; digestibility; production; in-vitro

Full Text:

PDF



Lisensi Creative Commons
AAJ diterbitkan oleh Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj



is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats